//
you're reading...
Tips n Tricks

Cara Terbaik Memelihara Umpan Hidup

Umpan hidup menjadi sangat penting bagi pemancing ikan-ikan predator dan umumnya ikan sasaran bagi pemancing yang menggunakan umpan hidup ini adalah ikan tenggiri, talang-talang (queen-fish), marlin, kakap, kuwe rambe dan lain lain.
Pergerakan eksotis dari umpan hidup yang di kaitkan di mata pancing di kedalaman mampu menarik sifat garang ikan buruan, berbeda halnya jika umpan yang digunakan dalam keadaan mati.
Umpan ikan mati sangat kurang menarik minat ikan buruan, hal ini sudah jamak diketahui oleh para pemancing profesional.
Ikan yang dibiarkan tergeletak atau tergantung di mata kail di kedalaman dapat diduga akan sangat jarang mendapat sambutan biasanya untuk mengatasi hal ini pemancing menggerak-gerakkan senar secara terus menerus untuk memberikan kesan ikan umpan tersebut hidup.
Dalam beberapa hal seperti mancing cara jigging (menyentak nyentak senat sambil menggulung) juga di maksudkan untuk memberi kesan umpan tersebut aktif bergerak dan hidup, kendatipun dalam mancing cara jigging ini di pakai umpan tiruan (bahan besi atau soft lure).
Jigging dengan menarik narik senar dan menggulung secara lunglai akan mendapatkan ke sia-siaan belaka
Jigging harus dilakukan dengan kecepatan tinggi karena dimaksudkan untuk mengelabui predator bahwa umpan yang digunakan adalah besi yang berbentuk ikan-ikanan. Semakin cepat menyentak dan menarik senar memberikan effek eksotis bagi umpan tiruan dimana ikan predator akan lebih cepat lagi melaju mengejar umpan dan menyambarnya.
Kembali ke masalah umpan hidup… beberapa hal yang perlu diperhatikan agar umpan selalu dalam keadaan hidup (umumnya berupa umpan tembang, selar, pisang pisang dan lain lain) antara lain :

– Tersedianya pasokan oksigen yang cukup
– Sirkulasi air yang terus terjaga
– Tentunya sumber air bukan dari sumber yang tercemar

Pasokan Oksigen :
Pasokan oksigen dapat dilakukan dengan menggunakan aerator atau air di kucurkan dari ketinggian tertentu
Penggunaan aerator tanpa mensirkulasikan air lambat laun akan menimbulkan gelembung busa, hal ini terjadi lantaran lendir dari ikan yang dipelihara serta kotoran yang dihasilkan tidak tersirkulasi.
Pemakaian aerator yang kecil juga tidak memberikan dampak apa apa, jadi sesuaikan dengan besarnya bak penampungan air.

Sirkulasi air :
Sirkulasi air ini sangat penting bahkan jauh lebih penting dibandingkan menggunakan aerator itu sendiri.
Cara terbaik adalah alirkan air laut baru kedalam bak penampungan yang ada di kapal dengan cara mengucurkan dari ketinggian tertentu, air yang berlebihan karena ditambah terus menerus dapat langsung di buang ke laut. Cara ini menjamin air tetap selalu dalam keadaan fresh.

Namun demikian biasanya ikan ikan umpan yang diperoleh dari cara ngotrek juga sangat rentan untuk mati, maka perlu sedikit perhatian memisahkan ikan mati dari ikan ikan lain yang masih hidup.

Beberapa nelayan lokal biasanya mereka membuat semacam keranjang apung, tetapi kelemahannya jika perahu akan berpindah ke lokasi spot yang agak jauh maka ikan ikan yang di seret di dalam keranjang apung juga banyak yang mati. Sehingga cara terbaik adalah dengan membuat kotak untuk memelihara umpan di dek kapal seperti yang dilakukan di kapal kapal pencari cakalang.
Mereka memelihara jenis ikan teri dalam beberapa kotak berisi air dengan sirkulasi teratur, ikan teri ini nantinya di semprotkan ke sekawanan ikan cakalang sehingga ikan-ikan tersebut berebutan memangsa teri.
Saat itu para abk/nelayan tinggal melemparkan mata pancing bentuk kaitan dan strike terus menerus hingga rombongan cakalang menghilang.

Umpan hidup lainnya yang tidak kalah penting untuk digunakan memancing di kedalaman menengah antara 40 hingga 75 meter adalah udang.
Cara agar udang tetap segar dan tetap hidup dalam waktu yang lama dapat di lakukan sebagai berikut :
– Sediakan kotak gabus atau coolbox ukuran sedang atau disesuaikan
– Isi bagian dasar dengan butiran es setebal 5 hingga 10 cm
– Tutup es tadi dengan rerumputan atau daun-daunan
– Diatas dedaunan letakkan kain handuk lembab atau dapat juga lembaran kardus yang di beri banyak lubang lubang kecil
– Masukkan udang hidup, usahakan jangan saling menindih satu dengan yang lain tetapi kalaupun umpan terlalu banyak, maksimal hanya boleh 2 lapisan susunan udang
– Tutuplah kotak tadi tetapi jangan lupa beri lubang untuk keluar masuk oksigen.
Dalam keadaan dingin dan lembab seperti ini, udang akan mengalami hibernasi (istirahat panjang dari mekanisme organ tubuhnya).
Saat akan digunakan memancing bukalah tutup kotak tersebut dan perhatikan udang masih tampak segar dan beberapa masih menggerak gerakkan kakinya.
Tentunya ada juga beberapa udang yang mati, segera pisahkan agar tidak mengganggu udang lain yang masih segar.
Cara ini adalah cara yang paling praktis yang penulis sering lakukan, daya tahan udang dengan cara ini malah dapat mencapai dua hari… fantastis.

Dari uraian diatas mudah-mudahan dapat menambah wawasan para pemancig dan dapat memperoleh hasil maksimal

Salam Strike..!!!

Fred – Si Pemancing Kelana
udangairpayau_thumbimagesIMG-20141216-01898

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: