//
you're reading...
Tips n Tricks

Mengapa Umpan Tak Kunjung Disentuh Ikan?

Dear pembaca budiman,
Pertanyaan diatas mungkin tidak pernah terucap saat kita sedang mancing bahkan terheran heran melihat kawan lain yang baru beberapa detik mengulur umpan hingga dasar langsung mendapat sambutan dengan pagutan ikan bertubi-tubi.
Kali ini akan dibahas apa penyebab mengapa hal itu bisa terjadi (pembahasan disini hanya khusus untuk mancing menggunakan perahu ditengah laut).
Cukup menyebalkan memang jika mengalami kejadian seperti diatas, di ulang beberapa kali dengan kawan disamping dan bersama sama menurunkan umpan hingga dasar, tetap saja umpan rekan yang mendapat sambutan.
jangan terburu buru menganggap bahwa itu ada kaitannya dengan mistik, jauhi kepercayaan model seperti itu, atau kata kata “memang sudah rezeki” atau rezeki sudah diatur…. tidak dilarang beranggapan masalah rezeki-rezekian tetapi dalam memancing dituntut terus berusaha dan mencari penyebab mengapa hal itu bisa terjadi.

Nah berikut disajikan beberapa penyebabnya serta kiat kiat agar terhindar dari minimnya perolehan saat memancing.
Yang pertama harus diperhatikan adalah set peralatan mancing yang digunakan, ingat bahwa untuk mancing di kedalaman maka getaran umpan yang disentuh ikan tidak akan terasa hingga tangan manakala digunakan senar mono yang lentur (karena terjadi peredaman getaran disepanjang senar) sehingga seolah-olah umpan tidak disentuh padahal ikan sudah mulai melakukan aktifitas memakan umpan sejak umpan sampai di dasar laut. Beberapa pemancing kawakan sangat mengetahui hal ini dan menggantinya dengan senar PE yang praktis tidak mempunyai kelenturan (strain).

Leader : Leader adalah rangkaian utama yang berhubungan langsung dengan ikan melalui mata pancing umumnya leader ini adalah dari jenis senar “Mono” dan transparant bukan jenis PE (Poly Ethylene)
Pemilihan leader (mono) sendiri tidak dapat dilakukan sembarangan, banyak jenis leader yang beredar di pasaran tetapi dalam hal ini penulis sarankan pilihlah leader yang cukup kaku dari kekuatan 30 lbs – up tergantung besarnya sasaran ikan.
Leader yang terlalu lembek menyebabkan umpan akan melilit di leader utama, umpan yang terlilit lilit seperti ini sama sekali tidak menarik minat ikan untuk menyantapnya.
Untuk pemasangan pancing model kumis (biasanya cabang dua) maka mutlak antara leader dan PE dipasang kili-kili, demikian pula antara leader dan timah pemberat. kili-kili ini sangat berguna mengurai jika terjadi lilitan umpan di leader utama.
Rangkaian kumis harus dibuat sedemikian rupa sehingga sudut kumis dan leader utama membentuk sudut 90 derajat. (panjang kumis dapat di kira-kira tetapi jangan terlalu panjang yang mengakibatkan dapat saling mengkait dengan kumis lainnya yang ada di leader utama ini). (Rekomendasi penulis sekitar 10cm)

Mata pancing : Pemilihan mata pancing umumnya bebas saja tetapi disesuaikan dengan ikan target.
Mata pancing terlalu kecil akan lebih mudah terlepasnya ikan buruan, sedangkan mata pancing yang besar akan sulit mengenai mulit ikan.

Umpan : Penulis sangat konsen dengan masalah umpan ini, dari pengalaman memancing bersama para pemancing yang terbilang pemula (walaupun ada beberapa yang terhitung berpengalaman) ternyata perhatian terhadap umpan sangat minim, padahal umpan sangat berpengaruh besar dalam perolehan nantinya.
Tempat umpan yang dibiarkan terbuka dan terkena sinar matahari atau mengambil umpan dalam porsi banyak lalu menaruhnya begitu saja di geladak kapal dapat dipastikan bahwa umpan akan cepat menjadi busuk.
Waktu untuk memancing masih cukup lama tetapi umpan dalam keadaan membusuk, maka harapan untuk strike terpaksa harus dilupakan saja.
Nah camkan baik baik, agar umpan selalu dalam keadaan segar, ambillah umpan secukupnya dan tutuplah kembali, cek jika es pendingin mulai menipis segera tambahkan, es akan menghambat bakteri pembusuk.

Teknik memasang umpan : Sering tanpa disadari oleh beberapa pemancing bahwa umpan yang di iris atau umpan utuh langsung di cantelkan di mata pancing lalu umpan segera di ulur hingga dasar, padahal tanpa disadari saat menuju dasar, umpan berputar putar dan melilit senar leader utama. Mengapa demikian?
Ya, karena yang di kait mata pancing umumnya adalah bagian tengah dari badan umpan (cumi).
Teknik agar tidak terjadi lilitan seperti itu adalah kaitkan mata pancing di ujung ekor cumi, percayalah jika ikan memakannya “pasti kena” karena ikan akan menghisap umpan dan mata pancing ikut terhisap kedalam mulut ikan.
Jika diketahui ikan mulai ramai memakan umpan maka iris-irislah umpan menjadi bentuk segi tiga memanjang dan bagian lancipnya yang di kaitkan mata pancing, hal ini untuk menghemat umpan sehingga perolehan bisa lebih maksimal.
Perhatikan teknik ini dan cobalah perhatikan saat umpan dijatuhkan menuju dasar, umpan akan stabil dan tidak berputar-putar melilit leader utama.

Teknik sentak : Biasanya teknik sentak menjadi kurang penting jika umpan sudah di makan ikan, tetapi ada beberapa jenis ikan yang menyentuh umpannya hanya sesaat (singkat). Tentunya perlu juga di siasati yaitu saat awal terasa ada getaran gentaklah joran dengan kuat maka dijamin ikan akan tersangkut mata pancing.
jangan di lupakan juga pilihlah joran jangan terlalu lentur karena akan sama saja (meredam sentakan).
Rekomendasi penulis : minimal joran kelas PE 3-6 ini akan memberikan sensasi lebih.

Demikianlah beberapa hal yang mungkin terlupakan saat mengharapkan hasil pancingan yang menggembirakan.

Salam Strike…!!!

Fred – Si Pemancing Kelana

Discussion

One thought on “Mengapa Umpan Tak Kunjung Disentuh Ikan?

  1. iwak e ra ono mulo ra disentuh ro iwak e cak

    Posted by dimmu borgir | December 16, 2014, 3:01 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: