//
you're reading...
Panduan

Umpan Tiruan, Pilih Warna, Kilap Atau Aroma?

   Semakin jauh kita mendalami dunia perpancingan khususnya variasi umpan tiruan (artificial), semakin banyak pula pengetahuan mengenai karakter atau reaksi ikan terhadap manuver-manuver umpan (trolling) yang tentunya dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai umpan sungguhan.
Satu kelebihan umpan tiruan justru terletak pada gerakan gerakan eksotis yang diciptakan selain dari pilihan warna yang tepat.
Ikan ikan predator seperti wahoo, barracuda, tuna, bahkan Marlin sekalipun tidak begitu tertarik dengan aroma umpan, lain halnya dengan hiu yang sangat peka dengan bau darah (dari puluhan kilo meter sudah tercium oleh hiu)
Hiu bahkan paling sering menyerang mangsa bukan dikedalam laut tetapi justru di pinggiran antara satu hingga tiga meter, maka berhati hatilah jika berenang dilaut yang terkenal berpenghuni hiu, apalagi jika kaki atau anggota tubuh lain terluka kena karang halus dan mengeluarkan darah.

Sasaran sport fishing ataupun memancing dgn membawa pulang hasil pancingan kali ini  sasarannya bukanlah  ikan hiu, tetapi ikan ikan predator lain yang tentunya sangat nikmat di santap bersama.
Nah bagaimana seharusnya pemilihan umpan yang tepat serta ukuran serta gerakan yang bagaimana yang dapat membangkitkan naluri memangsa ikan ikan predator? Inilah jawabannya.

Pertama perlu difahami karakter mata ikan terhadap spektrum cahaya yang masuk ke air laut (bias)
Seperti diketahui bahwa sinar matahari terdiri dari sekumpulan warna (merah jingga kuning hijau biru nila serta ungu) yang masing masing memiliki panjang gelombang yang berbeda beda yang menjadi satu membentuk sinar cahaya putih netral.
Pada saat gelombang ini mengenai permukaan air laut dan masuk kedalam air maka terpecah pecahlah cahaya putih itu menjadi beberapa spektrum cahaya seperti yang disebutkan diatas (mejikuhibiniu), ada sinar yang terpantul kembali, ada yang lemah dan ada juga yang menembus hingga jauh kedalam dasar laut.
Cahaya merah adalah cahaya yang mempunya panjang gelombang terpanjang sedangkan cahaya biru mempunyai panjang gelombang yang pendek dan justru cahaya biru inilah  mampu menembus hingga jauh kedalam yang menimbulkan persepsi warna biru.
Dengan alasan sama laut di tempat yang lebih dangkal (pantai) cenderung berwarna hijau atau kekuning kuningan
bahkan di muara sungai yang airnya mengalir kelaut cenderung berwarna coklat kemerah merahan.
Nah bagaimana reaksi mata ikan terhadap berbagai panjang gelombang cahaya/sinar yang masuk?
Banyak diperhatikan para pemancing membeli umpan tiruan dengan memperkirakan ukuran (ukuran besar dg harapan ikan besar pula yang bakalan menyantap), bentuk dan warna.
Ukuran dan bentuk umpan memang menentukan gaya berenang umpan saat ditarik (trolling), gerakan atraktif yang banyak dijual dipasaran adalah gerakan zigzag bahkan dapat disetel gerakan dan kedalamannya, ada juga gaya “rap” yang loncat loncat energic. Tetapi warna? Dapatkah ikan predator membedakan warna?

Pada retina mata manusia terdapat sel kerucut yg disebut “cones” setiap sel kerucut mempunyai pigmen warna tertentu dan hanya peka terhadap warna tertentu pula. Untuk dapat membedakan warna dengan sempurna maka paling sedikit di retina mata mempunyai dua sel kerucut dengan pigmen berbeda.
Pada retina mata manusia terdapat tiga sel kerucut dengan pigmen saling berbeda, itulah sebabnya kita dapat membedakan spektrum warna dengan lengkap dan sempurna.
Pada ikan belum pasti jumlah sel kerucutnya tetapi yang jelas bahwa sel kerucut manusia berbeda dengan ikan, bahkan pada ikan tidak semua sel kerucut berhubungan dengan otak yang mengurusi masalah spektrum warna, tetapi malah berhubungan dengan fungsi reproduksi.
Setiap ikan ternyata mempunya sel kerucut dengan pigmen berbeda serta kepekaan terhadap warna tertentu juga berbeda (study literatur) dan umumnya
pigmen penglihatan ini menyesuaikan dgn warna air dilingkungan ia berada.

Efek Cahaya dan Efek Corak Tubuh Ikan:
Jika kita perhatikan kolam renang yang terkena matahari langsung maka akan tampak pola gelap-terang terutama pantulan dari dinding dan dasar kolam, nah pola pola demikian juga terjadi pada tubuh ikan yang punggungnya berwarna gelap serta bagian perut  kebawah yang berwarna terang.
Setiap sinar yang masuk kedalam air akan terbias atau dipantulkan oleh riak gelombang permukaan, maka masuk akal bila laut yang jernih akan terlihat jelas hingga kedalaman lebih dari 100 meter ini lantaran alun gelombang raksasa yg bergerak dengan anggunnya juga berfungsi sebagai Lensa raksasa yg meneruskan cahaya tersebut.
Kilatan cahaya didalam air dapat menyamarkan ikan dan dapat pula lebih jelas terlihat tergantung dari corak dan warna ikan.
Efek samaran ini akan jelas pada ikan ikan  yang mempunyai permukaan pipih spt ikan pari, hiu macan (corak horizontal) ataupun tenggiri yang mepunyai corak vertikal, nah efek cahaya ini menimbulkan efek kamuflase pada tubuh ikan.
Suatu pengamatan  terhadap ikan kuwe dan tenggiri telah dilakukan untuk mengamati efek kilasan cahaya dan ternyata ikan kuwe menjadi lebih jelas terlihat dibandingkan tenggiri (lebih tersamar), keduanya memang masih tampak tetapi ikan kuwe jauh lebih jelas.
Corak warna yang ada pada ikan (countershading) berguna untuk berkamuflase seperti punggung yang berwarna hitam dari beberapa jenis ikan.
Ini utk mengelabui pemangsa yang melihat dari atas ke bawah.
Sebaliknya jika pemangsa melihat dari bawah keatas, perut yang putih dan mengkilat akan terkamuflase dengan kilauan cahaya dari permukaan.
Nah bagaimana jika pemangsa melihat dari samping? Kamuflase dengan countershading juga masih efektif lantaran punggung gelap akan menyerap cahaya sedangkan perut yg berwarna cerah akan memantulkan cahaya ditambah dengan ilusi akibat taburan cahaya maka kamuflase ikan bersangkutan kian meyakinkan.
Countershading efektif karena mampu mengacaukan bayangan ikan terhadap latar belakangnya, mengurangi pantulan serta mengubah persepsi bentuk.
Cilakanya bahwa countershading ini tidak dapat mengeliminasi pola dan pantulan saat ikan bergerak khususnya jika ikan bergerak dan dilihat dari samping sementara latar belakang sampingnya gelap.
Pemangsa juga mempunya tingkat kecerdikan yangg tinggi saat akan memangsa yaitu dgn memposisikan umpan diantara dirinya dan matahari, selain mendapat silhuet mangsanya, dirinya yang berada diposisi bawah juga terkamuflase dengan sempurna.
Kemampuan ikan dalam mendeteksi pergerakan tidak hanya diperlukan untuk menyerang mangsanya, tetapi juga untuk interpretasi seksual dan agresifitas obyek yang diamatinya, bahkan juga untuk mendeteksi pergerakan relatif mangsanya sehingga dirinya dapat tetap menjaga posisi relatifnya.
Dari uraian diatas, jika ingin mancing ikan yang mempunyai kebiasaan menyerang dari bawah keatas (kuwe, Marlin dan lain lain), maka pilihlah warna yang memancarkan cahaya bukan yg memantulkan cahaya, sedangkan untuk predator yang menyerang dari samping (tenggiri, barracuda, tuna dan lain lain) pilih umpan berwarna terang dan memantulkan cahaya.
Trolling disaat panas matahari terik dan berombak harus kita asumsikan bahwa dibawah permukaan air banyak sekali kilasan cahaya artinya bahwa umpan yang mengkilap dan memantulkan cahaya menjadi tidaklah efektif dan pemilihan umpan jatuh pada umpan yang berwarna gelap dan non-reflektif.
Sebaliknya jika trolling disaat cuaca mendung atau berawan, umpan berwana terang dan reflektiflah yang lebih efektif.
Itu sebabnya frekuensi sambaran Marlin, tuna dan lain lain sangat rendah saat laut rata bagai kaca, sebaliknya saat ombak kasar dan cuaca sedikit mendung, ikan mulai dapat membedakan umpan, kenur dan kail.
Pemilihan kenur lebih efektif memakai jenis Fluorocarbon karena index biasnya hampir sama dengan air (terkamuflase dengan air) artinya bahwa senar ini tidak terpersepsikan sebagai garis lurus panjang yang tentunya akan membuat ikan menjauh.
(Sebagian artikel di ambil dari literatur)

Demikian gambaran mengenai pemilihan umpan yang tepat, semoga bermanfaat.

Salam Strike

Kleyeng-79.
Si pemancing kelana

Discussion

One thought on “Umpan Tiruan, Pilih Warna, Kilap Atau Aroma?

  1. ampuhhhhhhh, logis, edukatif dan ilmiah. bravo

    Posted by wasis | March 19, 2014, 7:58 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: