//
you're reading...
Tips n Tricks

Mancing Tanpa Umpan, Mengapa Tidak?

Dear pembaca setia,

Sudah umum diketahui bahwa hal yg sangat vital dalam urusan pancing memancing adalah masalah “umpan”. Sering para pemancing bahkan para nelayan (seperti di wilayah tanjung pasir) mengurungkan niat melaut lantaran umpan tidak memenuhi syarat atau sama sekali umpan tidak ada.

Bertahun-tahun saya memikirkan hal ini. Pasti ada cara untuk menimba/mengail ikan-ikan yang selalu hilir mudik menggiurkan.

Kata-kata yang selalu terlontar dari orang-orang yg berwisata selalu sama “jaring saja”. Menjaring bukan mustahil, tetapi melakukannya juga tidak semudah membalik tangan, malahan mungkin dapat dilakukan jika sudah diwisuda menjadi nelayan.

Seperti diketahui bahwa kecenderungan ikan dari beberapa jenis tertentu (umumnya) selalu bergerombol. Nah, sifat menggerombol ini oleh nelayan cakalang/tongkol dimanfaatkan utk mengail tanpa umpan, tetapi ini dalam skala perhitungan industri dimana target tangkapan hrs melebihi biaya operasional.

Cara yang dilakukan oleh kapal penangkap cakalang/tongkol adalah dengan mendekati wilayah laut yang di atasnya banyak terdapat burung-burung camar laut yang berputar-putar.

Biasanya jika terdapat gejala seperti itu berarti di bawah sana sedang terjadi perburuan ikan-ikan kecil oleh sekelompok cakalang/tongkol. Nah, ikan-ikan kecil yang ketakutan dan berlari-larian kesana-kemari akan menjadi santapan sang camar.

Keadaan ini disiasati oleh kapal nelayan setelah mendekat dengan jarak yang sudah diprediksi segera menyemprotkan campuran ikan-ikan kecil yang telah disediakan di atas kapal bersama air laut (seperti semprotan pemadam). Nah hujan ikan-ikan ini membuat cakalang/tongkol saling berebutan.

Dalam situasi hiruk pikuk demikian maka dengan santainya para awak perahu menurunkan mata pancing dan menyentaknya ke atas sehingga ikan2 tongkol/cakalang terus terangkat tiada henti atau diistilahkan “menimba ikan”.

Yang penulis maksudkan disini hanya dalam skala hobby, yang hasilnya pun bisa melebihi target sasaran quantity dengan variasi ukuran ikan yg berbeda, demikian pula jenis-jenis ikan bervariasi.

Wilayah Indonesia sangat terkenal dengan potensi lautnya. Hampir di setiap dermaga pulau selalu saja banyak ikan yang bergerombol dan hilir mudik, baik jenis ikan selar, tembang, ekor kuning, baracuda, cucut/todak dll. Mengapa demikian?

Ya, karena dermaga adalah tempat teraman untuk persembunyian ikan-ikan kecil, yang selalu berenang kesana-kemari dengan cepat dan panik lantaran dikejar-kejar ikan predator.

Setelah berfikir cukup lama, tibalah saatnya untuk melakukan eksperimen bagaimana cara mengail ikan2 predator pemburu ikan-ikan kecil tersebut. Senjata andalan saya yaitu “mata pancing garong”. Tetapi tidak sembarang mata pancing garong dapat digunakan untuk mengail.

Untuk jenis pancing yang berwarna putih metal, lupakan saja, ikan selalu menghindar menjauhi mata pancing. Demikian pula senar yang bukan dari jenis “siluman” yang tak terlihat jika masuk ke dalam air.

Dari pengalaman-pengalaman lalu, mata pancing terbaik adalah dari jenis “carbon” yang berwarna gelap, serta senar siluman minimal ukuran 12 Lb. Kesulitan dalam pembuatan garong dari bahan carbon adalah timah tidak mudah menempel saat dipatri. (perlu trik khusus).

Jenis mata pancing carbon yang dipilih juga yang super tajam (cutting point) atau yang ujungnya lancip sempurna. Untuk jenis mata pancing ini dapat menembus sisik ikan yg keras sekalipun dengan cara sentakan yang cukup kuat. (Ref : Kaizen-Japan, BASS-Japan, Gamakatsu-Japan, Chinu-Japan)

*Merk yg terbaik penulis rekomendasikan adalah Kaizen dan BASS.

Teknik Menggarong

Menyentak tidak mungkin dilakukan sembarangan, sentakan sembrono mungkin juga ada yang terkait tetapi tancapan kadang tidak sempurna mengenai ikan, sehingga perolehan pun tidak maksimal serta keadaan ikan tergarong juga menjadi rusak.

Sentakan tegak lurus ke atas dijamin sangat sulit mengenai sasaran. Demikian juga sentakan gaya memecut, dimana saat akan disentak mata pancing garong turun terlebih dahulu baru naik sentak ke atas. Nah, bagaimana cara agar mengenai sasaran dg sempurna dan maksimal?

Berikut “SOP” yg perlu disimak :

  1. Perhatikan kumpulan ikan (kerapatan rombongan) dan arah renangnya, bila banyak gerombolan tetapi arah berenangnya tidak beraturan ini agak sulit mengenai sasaran. Untuk keadaan seperti ini pakailah mata pancing garong yang berat agar cepat tenggelam atau ditambahkan beban berupa timah pemberat yang kecil.
  2. Jangan sekali-kali men”cemplung” kan kail garong langsung di kerumunan ikan, ini tindakan gegabah yang membuat ikan menjadi buyar dan menjauh. Cemplungkan sekitar dua meter dari gerombolan ikan dengan kedalaman sekitar 2,5 depa (tergantung dalam atau dangkalnya dermaga)
  3. Jika arah renang ikan ke kanan (karena arus air ke kiri) artinya ikan berjejer-jejer diam searah, cemplungkan mata garong dua atau tiga meter di depannya, tunggu hingga mata garong terus tenggelam dan bergeser hingga mencapai posisi di belakang ikan berjejer tsb.
  4. Sentak miring ke depan dengan kekuatan sedang, atau agak ke depan miring ke luar (agak menyilang), jangan menyentak tegak lurus ke atas karena kemungkinan besar gagal.
  5. Pada saat sentakan tertahan, tahanlah sejenak joran hingga ada perlawanan dari ikan yang terkena mata pancing garong super tsb.
  6. Angkatlah perlahan joran anda, dan nikmati sensasi lain dari mancing gaya “zero feed” ini, dijamin bakal ketagihan..!!

Demikian sekilas trik mancing ikan tanpa umpan, berikut beberapa hasil pancingan, (ket : selain dari cumi, kerapu dan ikan cucut adalah hasil pancingan tanpa umpan). Semoga bermanfaat

Salam
Freddy Hariwinoto

Discussion

One thought on “Mancing Tanpa Umpan, Mengapa Tidak?

  1. sip gan, tak terapkan jitu banget. thansk

    Posted by wasis | October 31, 2013, 8:51 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: