//
you're reading...
Panduan

Fenomena/Tanda Tanda Kemunculan Ikan

Dear pembaca setia ytc,

Kali ini sengaja saya tidak menuliskan seputar ikan baronang saja tetapi lebih bersifat umum yaitu mengulas tanda-tanda alam kemunculan ikan-ikan sasaran para pemancing.

Sebenarnya alam sudah memberi petunjuk akan keberadaan ikan yang menjadi tujuan memancing kita. Beberapa petunjuk alam itu antara lain suhu air, perubahan warna air, arus, ombak, adanya ikan hiu, banyaknya ikan2 kecil (ikan umpan seperti teri atau serombongan ikan selar yang ketakutan) serta benda-benda yang cukup besar atau sampah dedaunan yang mengapung.

Sering kita menganggap bahwa air laut yang berwarna biru jernih itu adalkah hal biasa, karena refleksi cahaya, memang betuL demikian tetapi tahukah anda bahwa salah satu kondisi yang demikian merupakan faktor adanya ikan2 yang mungkin sulit ditemui (blue marlin, tuna dll) di samping itu msih banyak tanda-tanda yang perlu dicermati.

Sepanjang pengalaman mancing dengann beberapa awak perahu, rata rata mereka pun tidak menganggap hal ini, mereka hanya percaya bahwa “kemarin dulu atau minggu lalu di sini banyak ikan” yang terpikirkan olehnya hari ini juga pasti banyak ikan di lokasi yang sama.

Nah kesalahan terbesar telah terjadi, ingatlah bahwa ikan selalu berpindah apalagi jika arus berubah maka ikan pun akan pindah posisi melawan arah arus laut. Itu sudah hukum alam yang berlaku bagi ikan.

Oleh karena itu, untuk aktifitas memancing sebelum berangkat buatlah kesepakatan dengann awak perahu untuk siap mengikuti instruksi kita, syukur jika sang awak sudah mengerti dan siap menunjukkan lokasi yang dipahami berdasarkan intuisi dan naluri berburu ikan yang dimilikinya.
Berikut beberapa pertanda alam adanya ikan :

Warna dan Suhu Air

Warna air biru jernih kebanyakan dihuni oleh ikan2 yang menjadi primadona para pemancing “game-fish” seperti Marlin, Tuna dll hanya kadangkala ikan ini juga terdapat di perairan yang berwarna hijau gelap atau bahkan hijau terang yang menandakan bahwa air itu dangkal, hal ini wajar mengingat ikan2 predator saat mengejar ikan2 kecil mangsanya bisa jauh ketempat yang lebih dangkal.

Sering juga tampak di tengah laut adanya garis perbedaan warna antara biru gelap dan biru terang atau biru dan hijau. Perbedaan warna itu disebabkan karena adanya perbedaan arus. Di lokasi yang jauh dari pantai akan tampak garis di antara biru gelap dan biru terang, sedangkan yang lebih dekat pantai biasanya akan tampak biru terang dan hijau.

Tahukah anda bahwa di posisi perbedaan arus atau di garis inilah tempat yang paling disukai ikan ikan, karena di posisi ini banyak terdapat makanan ikan dan juga ikan2 kecil yang tersesat akibat perubahan arus?

Jika di tengah laut kita menjumpai perbedaan warna seperti ini, maka cara terbaik untuk berharap mendapatkan ikan2 predator buruan kita adalah dengann Trolling zig-zag memotong2 garis perbedaan warna itu, dan jika perbedaan itu antara biru gelap dan biru terang gunakanlah umpan Kona Head/Pakula (cumi tiruan).

Dengan warna yang disesuaikan dengan keadaan cuaca dan kondisi air laut (sudah di ulas mengenai warna umpan tiruan di artikel sebelumnya).

Sedangkan untuk trolling zig-zag di perairan yang mempunya beda warna biru dan hijau, gunakanlah rapala yang beroperasi di kedalaman 1 hingga 3 meter di bawah permukaan air.

Jika anda pecinta mancing dengan umpan yang ditenggelamkan, jangan khawatir, pakailah cumi segar (umpan alami) kemudian tenggelamkan diantara perbedaan arus tersebut, maka jangan kaget jika tiba tiba ikan barracuda yang terkenal mempunyai gigi setajam silet itu langsung menyambar umpan anda. Tentunya kita pakai kawat nikelin beberapa cm dari kail untuk mengatasi putusnya senar.

Suhu air dapat juga menjadi indikator, umumnya untuk suhu yang terlalu dingin ikan enggan untuk menetap disitu tetapi segera berpindah ke lokasi yang lebih hangat dan ternyata di lokasi yang lebih hanyat lebih banyak dihuni ikan2 kecil sasaran ikan2 predator (akan diulas dalam artikel lain).

Banyaknya burung berputar-putar di atas air dan menukik

Pertanda alam yang paling mudah diamati adalah adanya burung2 ini yang terus berputar-putar di atas air. Bisa dipastikan di bawah terdapat serombongan ikan2 kecil yang kian kemari. Burung2 ini sebenarnya menunggu serangan ikan predator pemangsa yang menyambar dari bawah.

Saat serangan dari bawah mulai terjadi ikan2 kecil akan kocar kacir bahkan berlompatan di atas air, nah saat itupun serangan udara oleh burung2 segera berlangsung mirip serangan pesawat F7 fighting falcon yang menukik tajam dan menyambar umpan.

Ada tiga jenis burung yang harus anda amati dengan cermat yaitu elang laut (yang bermata super tajam), burung dara laut dan burung gangsa batu (nama latinnya gannet/sula-sp). Nah selain ketiga jenis burung itu keberadaan burung camar tidak perlu diperhatikan.

Jika telah dipastikan lokasi yang banyak terdapat burung-burung di atasnya maka dekatilah dengan kapal secara perlahan dengan mematikan mesin. Usahakan jangan mengganggu gerombolan ikan2 kecil yang sedang berkonsentrasi bersatu…

Jika telah mendekat dan tiba-tiba terjadi pergolakan seru yang ditandai menggelegaknya air dan suara kegaduhan serta para burung saling berebut ikan2 kecil itu tandanya mereka sedang diserang dari dekat, cara terbaik adalah dengann melempar umpan ketengah kerumunan ikan panik tersebut (popping) atau dapat juga dengann cara trolling popper mengitari area pembantaian itu.

Dengan cara demikian besar kemungkinan ikan-ikan sasaran yang berada tidak jauh dari permukaan akan segera melahap umpan anda. Nikmatilah sensasi strike ikan Tuna atau cakalang atau tenggiri dengann sempurna.

Rombangan Tenggiri atau Cakalang

Jangan menganggap bahwa adanya serombongan tenggiri atau cakalang seukuran rata2 panjang 30 cm hanyalah gejala biasa saja. Justru saat-saat itu bisa dipastikan akan muncul ikan predator kecepatan tinggi yaitu Tuna (sirip kuning/biru).

Jika menjumpai serombongan jenis-jenis ikan tersebut cobalah pancing beberapa ekor dahulu dan kelak digunakan untuk mancing tuna. Caranya adalah kita menunggu sejenak hingga serombongan ikan tadi berlari panik ke satu arah tertentu. Pada situasi itu lemparlah umpan yang dipancing tadi (sejenis) ke arah belakang rombongan tenggiri, dipastikan dalam hitungan detik anda sudah kewalahan melawan berontakan tuna melahap umpan yang dilemparkan kearah belakang tadi, tentunya anggapan Tuna ikan yang paling belakang adalah sasaran empuk apalagi tampak tak berdaya.

Fenomena ketidak berdayaan atau munculnya sifat ganas ikan dapat dilihat di kedalaman laut yang sering kali kita tonton di TV.

Ikan berbagai jenis berenang dengan anggunnya tanpa saling mengganggu, baik hiu, tuna, pari dll. Tetapi jika ada seekor ikan yang panik dan berlari2an gak tentu maka dalam waktu singkat ikan di dekatnya langsung menyerang.

Nah tingkah laku ikan seperti itulah yang kita tiru untuk umpan.

Kiranya ini dulu ulasan mengenai fenomena kemunculan ikan, semoga bermanfaat.

Salam Strike
Fred Kley

 

 

 

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: